News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Polri Adopsi Kurikulum OBE dan Berbasis AI dalam Pendidikan Bintara SPKT 2026

Polri Adopsi Kurikulum OBE dan Berbasis AI dalam Pendidikan Bintara SPKT 2026



 MangsiJabar Menindaklanjuti amanat Pasal 29A Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga UU Kepolisian RI serta rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Polda Jawa Barat beserta jajaran lembaga pendidikan Polri resmi menerapkan metode pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam Pendidikan Pembentukan Bintara SPKT TA 2026.  

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar S.I.K., M.Hum., M.S.M saat membacakan amanat Kalemdiklat Polri dalam Upacara Pembukaan Diktukba SPKT TA 2026. Menurutnya, sistem OBE menggeser fokus pendidikan dari sekadar pemenuhan jam pelajaran menjadi penguasaan kompetensi riil siswa di lapangan.  

"Kurikulum OBE memastikan setiap lulusan tidak sekadar menghafal teori, tetapi benar-benar terampil, berpikir analitis (analytical thinking), serta mampu memanfaatkan teknologi kepolisian berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pengambilan keputusan yang cepat dan akurat," jelas Wakapolda Jabar, Senin (20/7/2026)

Metode pembelajaran OBE mencakup beberapa tahapan terstruktur, yakni kemampuan Analitis dimana pembelajaran diawali dengan studi mandiri, ceramah kelas, hingga diskusi kritis berbasis peraturan perundang- undangan.  

Pemanfaatan AI, bagian dari Penggunaan teknologi kepolisian berbasis kecerdasan buatan untuk pengolahan informasi dan data laporan masyarakat secara cepat.  

Evaluasi Berbasis Masalah mencakup penilaian menggunakan instrumen soal esai dan studi kasus yang selaras dengan profil lulusan profesional.  

Selain adopsi teknologi dan metode modern, tema pendidikan tahun ini menekankan pada pembentukan moral dan literasi untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, khususnya pada program kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi inklusif.  

"Kewenangan kepolisian yang tidak disertai moral dan integritas dapat berubah menjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang menciderai kepercayaan masyarakat. Karena itu, literasi digital dan ketajaman moral menjadi fondasi utama," pungkas Wakapolda Jabar.
H. Deden S 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar