News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Keroyok Bareng Rame-Rame”: Rahasia Polda Jabar Tanam Ribuan Hektar Jagung Menuju Swasembada Pangan

Keroyok Bareng Rame-Rame”: Rahasia Polda Jabar Tanam Ribuan Hektar Jagung Menuju Swasembada Pangan

MangsiJabar  -  Bandung – Memasuki pertengahan tahun 2026, Polda Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman jagung secara masif.

Hingga 9 April 2026, jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat berhasil menanam jagung seluas 9.147,02 hektar. Capaian tersebut merupakan bagian dari optimalisasi total potensi lahan yang mencapai sekitar 21.008 hektar di seluruh wilayah hukum Polda Jabar.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jabar, Fadly Samad menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata yang melibatkan seluruh jajaran hingga tingkat desa.

Menurutnya, target perluasan lahan terus digenjot guna menjaga ketersediaan pangan di tengah dinamika global.

> “Kami tidak bekerja sendiri. Ini adalah gerakan massal. Hingga saat ini sudah lebih dari 9 ribu hektar yang ditanami dan akan terus diperluas karena potensi lahan masih sangat besar,” ujarnya.



Hasil Panen Mulai Terlihat

Program ini mulai menunjukkan hasil positif. Polda Jabar mencatat serapan jagung ke gudang Bulog mencapai 3.700,13 ton. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya masa panen di berbagai daerah.

Selain untuk cadangan pangan pemerintah, hasil panen juga banyak diserap industri pakan ternak. Tercatat, serapan oleh pabrik pakan mencapai 75.066 ton.

Menurut Fadly, kerja sama dengan industri pakan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani.

> “Petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap. Harga kita jaga agar petani tetap sejahtera sekaligus mendukung industri peternakan,” jelasnya.



Skema “Keroyok Bareng Rame-Rame”

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi unik bernama “Keroyok Bareng Rame-Rame”, yaitu pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Program ini diperkuat dengan konsep “1 Desa 1 Hektar”, yang mendorong pemanfaatan lahan kosong produktif di setiap desa untuk ditanami jagung.

Dukungan Pembiayaan Beragam

Dalam aspek pembiayaan, Polda Jabar tidak hanya mengandalkan anggaran internal. Terdapat tiga sumber utama pendanaan, yaitu:

Koperasi Polri (Primkoppol)

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan


Skema ini dinilai efektif mengatasi kendala permodalan petani.

Dari total 498 petani yang didaftarkan, sebanyak 406 petani telah menerima KUR, sementara sisanya masih dalam proses administrasi. Selain itu, 82 petani mendapatkan pembiayaan melalui Primkoppol, dan 9 petani melalui skema non-Himbara.

Pemanfaatan Lahan dan Sinergi

Polda Jabar juga memanfaatkan lahan melalui skema pinjam pakai dari Perhutani dan PTPN, sehingga lahan hutan produksi maupun perkebunan yang tidak produktif dapat dimanfaatkan secara legal dan terstruktur.

Keberagaman sumber pendanaan dan pemanfaatan lahan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara kepolisian, pemerintah, BUMN, perbankan, dan masyarakat.

Menuju Model Nasional

Dengan capaian dan sistem yang terintegrasi, Polda Jabar berharap program ini dapat menjadi model nasional dalam percepatan swasembada pangan, khususnya komoditas jagung.

Sinergi lintas sektor diyakini mampu mempercepat terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. H. Deden S 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar