Perang Melawan HALINAR, UPT Pemasyarakatan Se-Garut Raya Deklarasikan Komitmen Bersih di Lapas Garut
MangsiJabar - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut menggelar kegiatan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan (HALINAR) bersama seluruh UPT Pemasyarakatan se-Garut Raya di Lapangan Upacara Lapas Garut, Jum’at (8/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, selaku pembina apel dan dihadiri oleh Kepala Rutan Garut, Kepala Bapas Garut, unsur TNI-Polri, BNNK dan Satpol PP Kabupaten Garut, serta seluruh jajaran pegawai pemasyarakatan. Pelaksanaan kegiatan merupakan tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pengawasan dan komitmen pemberantasan HALINAR di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan apel ikrar bersama sebagai bentuk deklarasi komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan untuk mewujudkan lapas dan rutan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan. Suasana khidmat terlihat saat seluruh peserta mengucapkan ikrar dan menandatangani komitmen bersama.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian warga binaan yang melibatkan sinergi aparat penegak hukum wilayah Garut. Sebanyak 36 kamar hunian diperiksa secara menyeluruh dan ditemukan sejumlah barang terlarang seperti handphone, powerbank, kabel data, benda berbahan besi, botol kaca, hingga benda tajam yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Meski demikian, hasil penggeledahan memastikan tidak ditemukan narkotika jenis apa pun. Selain itu, tes urine terhadap seluruh pegawai dan 65 warga binaan juga menunjukkan hasil negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Kepala Lapas Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa pelaksanaan ikrar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen seluruh pegawai dalam menjaga integritas dan marwah pemasyarakatan.
“Komitmen ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Seluruh pegawai harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lapas tetap bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan. Integritas serta pengawasan yang konsisten menjadi pondasi utama dalam menciptakan pemasyarakatan yang aman dan berintegritas,” tegas Rusdedy.
Ia juga menambahkan bahwa penggeledahan dan tes urine akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta menjadi simbol kuat sinergitas antara jajaran pemasyarakatan dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan demi mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari HALINAR. H. Deden S
Posting Komentar