News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pererat Silaturahmi, Kalapas Garut Ajak Media Ubah Stigma Negatif Penjara

Pererat Silaturahmi, Kalapas Garut Ajak Media Ubah Stigma Negatif Penjara

MangsiJabar  -  Garut, []Menjelang hari kemenangan Idul Fitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menggelar momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi. Bertempat di lingkungan Lapas, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wujud apresiasi mendalam terhadap peran strategis media dalam mendukung keterbukaan informasi publik dan transformasi citra institusi.

Bagi Lapas Kelas IIA Garut, media bukan sekadar mitra kerja, melainkan pilar penting dalam mensosialisasikan seluruh agenda kegiatan dan kebijakan pimpinan. Peran rekan-rekan media sangat signifikan dalam membangun pencitraan positif institusi melalui pemberitahuan yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.

Di sela suasana hangat menjelang buka puasa bersama, Kalapas IIA Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., menyampaikan bahwa momen bulan suci ini adalah waktu terbaik untuk saling memaafkan. Mengingat hari raya Idul Fitri yang kian dekat, beliau secara pribadi menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan, baik sikap maupun ucapan, yang mungkin kurang berkenan selama masa interaksi yang telah dilalui.

Dalam sesi diskusi (sambung rasa), muncul pembahasan menarik mengenai persepsi masyarakat terhadap Lapas. Awak media menyoroti istilah Entep Peda (sebuah stigma lama) hingga kini terkadang masih melekat di benak publik. 

Menanggapi hal tersebut, Kalapas IIA Garut, Rusdedy mengakui bahwa dinamika di dalam Lapas sangat tinggi; situasi bisa berubah dalam hitungan detik. Ia juga menyayangkan pandangan umum yang mengidentikkan Lapas semata-mata sebagai tempat berkumpulnya penjahat.

"Padahal realitanya tidak seperti itu. Inilah tugas kolektif kita untuk mensosialisasikan kegiatan positif di dalam, agar stigma negatif di masyarakat perlahan berubah," ujar Kalapas.

Beliau menambahkan bahwa citra buruk Lapas seringkali dipengaruhi oleh dramatisasi dalam film-film fiksi yang menggambarkan suasana penjara sebagai tempat yang menyeramkan. Padahal, ketika masyarakat datang membesuk ke Lapas Garut, realita yang ditemukan jauh dari kesan horor tersebut.

Untuk mendobrak stigmatisasi tersebut, Lapas Garut terus menonjolkan prestasi dan kontribusi nyata. Salah satunya adalah keberhasilan program pembinaan kemandirian yang mampu menembus pasar ekspor, serta reputasi Lapas Garut sebagai salah satu institusi yang efektif dalam menangani permasalahan narkoba.
Tentu saja, capaian ini tidak lepas dari dukungan penuh seluruh elemen, yaitu mulai dari masyarakat, aparat penegak hukum, BNN, Polres, Pemerintah Daerah, hingga rekan-rekan mitra media.

"Lapas tidak akan mampu melakukan perubahan besar tanpa dukungan rekan-rekan semua. Namun yang paling utama adalah kekompakan internal serta komitmen kuat dari seluruh petugas Lapas untuk terus berbenah," pungkasnya. H. Deden S 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar