Diduga Minim Transparansi, Pengelolaan Dana Operasional Masjid Al Kamil Jatigede Disorot
MangsiJabar - SUMEDANG — Pengelolaan dana operasional Masjid Al Kamil Jatigede menjadi sorotan setelah muncul dugaan kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran yang disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah.
Sejumlah pihak pemerhati di wilayah Jatigede mempertanyakan keterbukaan pengelolaan dana operasional Masjid Al Kamil yang diduga bersumber dari anggaran pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil penelusuran tim media, saat dilakukan upaya konfirmasi kepada Ketua DKM Masjid Al Kamil, H. Misno, yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan rinci terkait penggunaan anggaran tersebut.
Dalam percakapan yang berlangsung, H. Misno justru mengarahkan awak media untuk menghubungi bendahara masjid, yang disebut bernama Sarif. Namun, ketika diminta nomor kontak atau informasi lebih lanjut, hal tersebut tidak diberikan.
Tak hanya itu, arah konfirmasi kemudian kembali berubah. H. Misno menyarankan agar pertanyaan terkait anggaran operasional disampaikan secara resmi kepada bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah.
Sikap tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk kurangnya keterbukaan informasi, terlebih menyangkut penggunaan dana yang diduga berasal dari APBD.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, nilai anggaran operasional masjid tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp300 juta. Namun, muncul dugaan bahwa realisasi penggunaan anggaran tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai yang diajukan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak bendahara maupun instansi terkait yang dapat mengonfirmasi secara detail penggunaan dana tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak bendahara Masjid Al Kamil serta Bagian Kesra Setda Kabupaten Sumedang guna memperoleh penjelasan yang berimbang dan transparan. Tim Investigasi
Posting Komentar