ANGIN PUTING BELIUNG TERJANG SITURAJA, Rumah Warga Kurang Mampu Tertimpa Pohon Pete, Atap Dapur Hancur – Korban Butuh Bantuan Mendesak
MangsiJabar - SUMEDANG - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Rabu sore (4/3/2026), berubah menjadi bencana ketika angin puting beliung tiba-tiba menerjang kawasan Dusun Cibiuk RT 04 RW 02, Desa Malaka. Akibatnya, sebuah pohon pete berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik pasangan warga kurang mampu, Yadi Suryadi dan Yeni Suherni.
Peristiwa menegangkan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ditemui tim di lokasi, korban masih tampak syok menceritakan detik-detik kejadian yang nyaris merenggut keselamatan keluarganya.
“Awalnya hujan deras, tiba-tiba terdengar suara keras sekali seperti sesuatu menimpa rumah. Kami kaget dan langsung keluar melihat apa yang terjadi. Ternyata pohon pete besar sudah roboh dan menimpa rumah kami,” ujar Yeni Suherni dengan wajah masih diliputi kekhawatiran.
Benturan keras pohon tersebut membuat atap rumah bagian belakang, terutama dapur, hancur berantakan. Genteng pecah, rangka kayu patah, dan sebagian atap terbuka sehingga rumah kini mengalami kebocoran parah.
Berdasarkan pantauan langsung tim media di lokasi kejadian, kondisi rumah terlihat rusak cukup serius. Bagian dapur tampak porak-poranda dengan rangka atap yang runtuh akibat tertimpa batang pohon yang cukup besar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah, angka yang sangat berat bagi keluarga korban yang tergolong warga kurang mampu.
Setelah kejadian, aparat pemerintah desa langsung datang ke lokasi. Beberapa pihak yang terlihat hadir di antaranya Kaur Kesra Desa Malaka, Bhabinkamtibmas, dan Sekretaris Desa untuk melihat langsung kondisi rumah yang terdampak.
Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pemilik pohon menggunakan gergaji mesin, hingga akhirnya batang pohon berhasil dipotong dan dipindahkan dari atap rumah.
Meski demikian, kerusakan atap rumah masih membutuhkan perbaikan segera, terutama agar rumah tidak semakin rusak ketika hujan kembali turun.
“Dari pihak desa baru menjanjikan bantuan sembako,” ungkap Yeni kepada wartawan.
Saat ini keluarga Yadi Suryadi sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun para dermawan untuk memperbaiki atap rumah mereka yang rusak parah.
Jika tidak segera diperbaiki, kondisi rumah yang terbuka berisiko semakin membahayakan penghuni, terlebih ketika hujan dan angin kembali datang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang kapan saja, dan solidaritas masyarakat serta kepedulian pemerintah sangat dibutuhkan agar warga yang tertimpa musibah tidak dibiarkan berjuang sendirian.
Tim yang berada di lokasi berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah, dinas terkait, maupun pihak sosial kemasyarakatan untuk membantu perbaikan rumah korban yang saat ini dalam kondisi darurat.
“Korban sangat membutuhkan bantuan segera.”
H. Deden S
Posting Komentar